Kategori Umat Islam
........
Kedatangan Rasulullah SAW adalah Rasul yang akhir, itu
agama Tuhan yang paling sempurna, paling global, agama
untuk semua etnik, semua kaum, semua bangsa. Walaupun
begitu ketika zaman sudah jauh, masa sudah beredar,
keadaan sudah berubah, maka agama yang sudah
ditinggalkan Rasulullah SAW pada umatnya 1,500 tahun,
mungkin agama ini sudah cacat. Dicacatkan oleh cinta
dunia, dicacatkan oleh kejahilan, dicacatkan oleh
setengah faham setengah tidak faham, dicacatkan oleh
mazhab yang datang kemudian. Maka kalau kita
kategorikan umat Islam hari ini, entah ada berapa
banyak kategori.
agama Tuhan yang paling sempurna, paling global, agama
untuk semua etnik, semua kaum, semua bangsa. Walaupun
begitu ketika zaman sudah jauh, masa sudah beredar,
keadaan sudah berubah, maka agama yang sudah
ditinggalkan Rasulullah SAW pada umatnya 1,500 tahun,
mungkin agama ini sudah cacat. Dicacatkan oleh cinta
dunia, dicacatkan oleh kejahilan, dicacatkan oleh
setengah faham setengah tidak faham, dicacatkan oleh
mazhab yang datang kemudian. Maka kalau kita
kategorikan umat Islam hari ini, entah ada berapa
banyak kategori.
Tapi dapat kita sebut seperti ini, kerana Islam sudah
jauh dari Rasulullah SAW, maka
jauh dari Rasulullah SAW, maka
Kategori ke-1.
ada yang mengaku Islam atas dasar keturunan. Dia
sendiri tak tahu dia Islam atau tidak.
ada yang mengaku Islam atas dasar keturunan. Dia
sendiri tak tahu dia Islam atau tidak.
Kategori ke-2
Tinggal akidah saja yang Islam. Akidah betul, mengenal
Tuhan betul, tapi tak ada syariat lagi hingga
sembahyang pun tak dia buat. Dia masih orang Islam,
tapi masuk Nerakanya sangat lama.
Tinggal akidah saja yang Islam. Akidah betul, mengenal
Tuhan betul, tapi tak ada syariat lagi hingga
sembahyang pun tak dia buat. Dia masih orang Islam,
tapi masuk Nerakanya sangat lama.
Yang ke-3, akidahnya betul, mengenal Tuhan betul, tapi
syariat yang diambil hanya di bidang ibadah saja.
Ekonomi, pendidikan, perhubungan, semua tak ikut
syariat. Nikah & kawin tak ikut syariat islam. Tinggal
ibadah saja. Ini termasuk orang islam yang zalim atau
fasik
syariat yang diambil hanya di bidang ibadah saja.
Ekonomi, pendidikan, perhubungan, semua tak ikut
syariat. Nikah & kawin tak ikut syariat islam. Tinggal
ibadah saja. Ini termasuk orang islam yang zalim atau
fasik
Yang ke-4, umat Islam yang akidahnya betul, syariatnya
selain ibadah dan juga berlaku syariat dalam
kehidupan. Tapi ia tidak memikirkan apakah syariat itu
dibuat dalam keadaan riya, sombong dan hal-hal
rohaniah, yang penting secara lahir dia buat syariat
tersebut. Makan minum, pergaulan, sembahyang puasa dia
jaga. Tapi dia tak fikir apakah dia riya, apakah
karena Tuhan, apakah karena orang. Ini termasuk orang
fasik, tapi tak setebal fasik yang tadi.
selain ibadah dan juga berlaku syariat dalam
kehidupan. Tapi ia tidak memikirkan apakah syariat itu
dibuat dalam keadaan riya, sombong dan hal-hal
rohaniah, yang penting secara lahir dia buat syariat
tersebut. Makan minum, pergaulan, sembahyang puasa dia
jaga. Tapi dia tak fikir apakah dia riya, apakah
karena Tuhan, apakah karena orang. Ini termasuk orang
fasik, tapi tak setebal fasik yang tadi.
Kategori ke-5, orang Islam yang akidahnya betul dan
menjalankan syariat, baik di bidang ibadah, ataupun di
bidang kehidupan, cuma dia khusyuk, dia takut Tuhan,
hanya di waktu ibadah saja. Di luar sembahyang, di
luar ibadah, tak ada rasa takut dengan Tuhan, tidak
merasa bertuhan. Kita anggap mereka ini orang soleh,
tetapi mereka belum bertaqwa.
menjalankan syariat, baik di bidang ibadah, ataupun di
bidang kehidupan, cuma dia khusyuk, dia takut Tuhan,
hanya di waktu ibadah saja. Di luar sembahyang, di
luar ibadah, tak ada rasa takut dengan Tuhan, tidak
merasa bertuhan. Kita anggap mereka ini orang soleh,
tetapi mereka belum bertaqwa.
Yang ke-6. Orang yang dapat menghayati Tuhan di waktu
ibadah, takut dengan Tuhan di dalam dan di luar
ibadah, tapi dalam pada itu ada lalainya, ada lupa
dengan Tuhan, sekali sekali saja dalam kehidupan dia
lalai dengan Tuhan. Itulah orang bertaqwa.
ibadah, takut dengan Tuhan di dalam dan di luar
ibadah, tapi dalam pada itu ada lalainya, ada lupa
dengan Tuhan, sekali sekali saja dalam kehidupan dia
lalai dengan Tuhan. Itulah orang bertaqwa.
Yang ke-7, Orang lahir dan batinnya dengan Tuhan,
dalam keadaan ibadah atau tidak ibadah hatinya selalu
dengan Tuhan. Lahir dan batin sama. Lahir
menggambarkan batin, batin menggambarkan lahir. Itu
orang yang siddiqin. Mereka dari kalangan Rasul-rasul,
Nabi-nabi atau wali-wali besar.
dalam keadaan ibadah atau tidak ibadah hatinya selalu
dengan Tuhan. Lahir dan batin sama. Lahir
menggambarkan batin, batin menggambarkan lahir. Itu
orang yang siddiqin. Mereka dari kalangan Rasul-rasul,
Nabi-nabi atau wali-wali besar.
-ASZ-
Tiada ulasan:
Catat Ulasan